Sari Jati menyediakan jenis kayu jati, kayu merbau, kayu bangkirai, kayu kamper dan kayu kelapa.
HOME
PROFIL
HOME
PROFIL
PRODUK
Kusen
Pintu
Jendela
Lantai Kayu
Dinding/Plafond Kayu
Tangga
Lis Profil
Pergola
Pagar
Dekorasi Interior
Dekorasi Eksterior
Mebel
CARA PESAN
KATALOG DESAIN
HARGA
KONTAK
FAQ
PORTFOLIO
PROMO
EVENT
BERITA
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Jenis Kayu
LIHAT PROMO PRODUK HARI INI
Sari Jati & Kayu
Produk Terbaru
Produk Jendela Terbaru
Ide dari Sari Jati
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Produk Kayu Olahan dari Berbagai Jenis Kayu    
   
Produk kami menggunakan jenis kayu komersial yang telah sering digunakan seperti jati, merbau, bangkirai, kamper, meranti, mahoni, sungkai, sonokeling, kayu kelapa. Masing - masing kayu ini dikenal karena kekuatan, keawetan, keunikan serat dan warnanya.

Material kayu kami diperoleh dari hutan yang diawasi penggunaannya oleh pemerintah. Semua kayu kami adalah legal yang dapat dipertanggungjawabkan asalnya. Kami sangat menentang praktek illegal logging.
Kami selalu memilih kayu dari tempat terbaik dimana pohon itu ditanam.

Kayu jati kami berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Semua kayu jati kami berasal dari Perhutani. Kayu sungkai, mahoni, sonokeling berasal dari pulau Jawa, Kayu bangkirai, kamper dan meranti berasal dari Kalimantan, kayu kelapa berasal dari Sulawesi, dan kayu merbau berasal dari Papua.
serat kayu jati
serat kayu bangkirai
serat kayu kamper
         
Kayu Jati          
Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling indah. Karakteristiknya yang stabil, kuat dan tahan lama membuat kayu ini menjadi pilihan utama sebagai material bahan bangunan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati juga terbukti tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan minyak di dalam kayu itu sendiri. Tidak ada kayu lain yang memberikan kualitas dan penampilan sebanding dengan kayu jati.

Pohon Jati bukanlah jenis pohon yang berada di hutan hujan tropis yang ditandai dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Sebaliknya, hutan jati tumbuh dengan baik di daerah kering dan berkapur di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Jawa adalah daerah penghasil pohon Jati berkualitas terbaik yang sudah mulai ditanam oleh Pemerintah Belanda sejak tahun 1800 an, dan sekarang berada di bawah pengelolaan PT Perum Perhutani. Semua kayu jati kami disupply langsung dari Perhutani dari TPK daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kami tidak memakai kayu jati selain dari 2 daerah tersebut.

Harga kayu jati banyak dipengaruhi dari asal, ukuran dan kriteria batasan kualitas kayu yang ditoleransi, seperti: ada mata sehat, ada mata mati, ada doreng, ada putih. Penentuan kualitas kayu jati yang diinginkan seharusnya mempertimbangkan type aplikasi finishing yang dipilih. Selain melindungi kayu dari kondisi luar, finishing pada kayu tersebut diharapkan dapat memberikan nilai estetika pada kayu tersebut dengan menonjolkan kelebihan dan kekurangan kualitas kayu tersebut. Contoh Finishing: Teak Oil, Politur, NC Lacquer, Melamin, Poly Urethane (PU)

1. Finishing Natural Transparan ( Coklat Terang kekuningan)
    Tujuan: menonjolkan semua kelebihan kayu, mengekspose keindahan serat kayu jati benar-benar terpilih.
    Kualitas kayu jati: hanya memilih serat lurus dan serat mahkota tidak ada mata sehat, mata mati, putih, doreng

2. Finishing Melamin Natural Terang (Coklat terang kekuningan)
    Menonjolkan serat dan penampilan natural kayu, dengan mengekspose keindahan serat kayu jati secara alami
    Kualitas kayu jati: serat lurus dan serat mahkota ada mata sehat, tidak ada putih, doreng, dan mata mati

3. Finishing Melamin Natural Gelap (Coklat gelap kehitaman)
    Menonjolkan serat kayu jati natural, dan, menutupi kekurangan kayu seperti putih dan doreng dengan warna gelap.
    Kualitas kayu jati: serat lurus dan serat mahkota ada mata sehat, putih, doreng halus , tidak ada mata mati
   
4. Finishing Cat
    Menutupi permukaan kayu dan menyembunyikan semua kelebihan dan kekurangan serat kayu
    Kualitas kayu jati: serat lurus dan serat mahkota ada mata sehat, putih, doreng tebal, mata mati.  
       
kayu jati serat lurus kayu jati serat mahkota
kayu jati ada mata sehat
Jati Serat Lurus
Jati Serat Mahkota
Jati Ada Mata Sehat
         
kayu jati ada putih sedikit
kayu jati ada mata mati kayu jati ada doreng
Jati ada Putih / Sapwood
Jati ada Mata Mati
Jati ada Doreng
 
Kayu Merbau
       
Kayu Merbau termasuk salah satu jenis kayu yang cukup keras dan stabil sebagai alternatif pembanding dengan kayu jati. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Merbau juga terbukti tahan terhadap serangga. Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang disertai adanya highlight kuning. Kayu merbau biasanya difinishing dengan melamin warna gelap / tua. Merbau memiliki tekstur serat garis terputus putus. Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Pohon Merbau tumbuh subur di Indonesia, terutama di pulau Irian / Papua. Kayu merbau kami berasal dari Irian / Papua.
Serat Kayu Merbau
Kayu Merbau
 
Kayu Mahoni
     
Kayu Mahoni teksturnya cukup halus, seratnya indah dan berwana merah muda sampai merah tua. Banyak digunakan sebagai elemen dekorasi ruangan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet III dan Kelas Kuat II, III. Pohon mahoni banyak ditemui di antara hutan Jati di Pulau Jawa, atau ditanam di tepi jalan sebagai tanaman pelindung..
Serat Kayu Merbau
      Kayu Mahoni
Kayu Bangkirai
     
Kayu Bangkirai termasuk jenis kayu yang cukup awet dan kuat. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II, III dan Kelas Kuat I, II. Sifat kerasnya juga disertai tingkat kegetasan yang tinggi sehingga mudah muncul retak rambut dipermukaan. Selain itu, pada kayu bangkirai sering dijumpai adanya pinhole. Umumnya retak rambut dan pin hole ini dapat ditutupi dengan wood filler. Secara struktural, pin hole ini tidak mengurangi kekuatan kayu bangkirai itu sendiri. Karena kuatnya, kayu ini sering digunakan untuk material konstruksi berat seperti atap kayu. Kayu bangkirai termasuk jenis kayu yang tahan terhadap cuaca sehingga sering menjadi pilihan bahan material untuk di luar bangunan / eksterior seperti lis plank, outdoor flooring / decking, dll. Pohon Bangkirai banyak ditemukan di hutan hujan tropis di pulau Kalimantan.
Serat Kayu Bangkirai
Kayu Bangkirai
           
Kayu Kamper
       
Di Indonesia, kayu kamper telah lama menjadi alternatif bahan bangunan yang harganya lebih terjangkau. Meskipun tidak setahan lama kayu jati dan sekuat bangkirai, kamper memiliki serat kayu yang halus dan indah sehingga sering menjadi pilihan bahan membuat pintu panil dan jendela. Karena tidak segetas bangkirai, retak rambut jarang ditemui. Karena tidak sekeras bangkirai, kecenderungan berubah bentuk juga besar, sehingga, tidak disarankan untuk pintu dan jendela dengan desain terlalu lebar dan tinggi. Termasuk kayu dengan Kelas Awet II, III dan Kelas Kuat II, I. Pohon kamper banyak ditemui di hutan hujan tropis di kalimantan. Samarinda adalah daerah yang terkenal menghasilkan kamper dengan serat lebih halus dibandingkan daerah lain di Kalimantan.
Serat Kayu Kamper
Kayu Kamper
         
Kayu Meranti Merah
     
Kayu meranti merah termasuk jenis kayu keras, warnanya merah muda tua hingga merah muda pucat, namun tidak sepucat meranti putih. selain bertekstur tidak terlalu halus, kayu meranti juga tidak begitu tahan terhadap cuaca, sehingga tidak dianjurkan untuk dipakai di luar ruangan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet III, IV dan Kelas Kuat II, IV. Pohon meranti banyak ditemui di hutan di pulau kalimantan.
Serat Kayu Merbau
      Kayu Meranti
Kayu Sonokeling
       
Kayu sonokeling memiliki serat kayu yang sangat indah,berwarna ungu bercoret-coret hitam, atau hitam keunguan berbelang dengan coklat kemerahan. Kayu sonokeling selain indah juga kuat dan awet sehingga dapat digunakan sebagai material konstruksi bangunan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I dan Kelas Kuat II. Pohon sonokeling hanya tumbuh di hutan-hutan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, namun, jumlahnya mulai berkurang.
Serat Kayu Merbau
      Kayu Sonokeling
Kayu Sungkai
       
Kayu sungkai teksturnya cukup halus, seratnya indah dan berwarna kuning pucat. Kayu sungkai sering digunakan sebagai bahan elemen dekoratif. Termasuk kayu dengan Kelas Awet III dan Kelas Kuat II, III. Pohon sungkai diameternya tidak terlalu besar.
Serat Kayu Merbau
      Kayu Sungkai
Kayu Kelapa
       
Kayu kelapa adalah salah satu sumber kayu alternatif baru yang berasal dari perkebunan kelapa yang sudah tidak menghasilkan lagi (berumur 60 tahun keatas) sehingga harus ditebang untuk diganti dengan bibit pohon yang baru. Sebenarnya pohon kelapa termasuk jenis palem. Semua bagian dari pohon kelapa adalah serat /fiber yaitu berbentuk garis pendek-pendek. Anda tidak akan menemukan alur serat lurus dan serat mahkota pada kayu kelapa karena semua bagiannya adalah fiber. Tidak juga ditemukan mata kayu karena pohon kelapa tidak ada ranting/ cabang. Pohon kelapa tumbuh subur di sepanjang pantai Indonesia. Namun, yang paling terkenal dengan warnanya yang coklat gelap adalah dari Sulawesi. Pohon kelapa di jawa umumnya berwarna terang.
Serat Kayu Kelapa
Kayu Kelapa Sulawesi
 
 
 
Ucapan Terima Kasih
Tulisan, foto, dan gambar katalog produk pada web ini merupakan hasil karya webmaster www.sari-jati.com.
Terima kasih Anda telah menghargai karya webmaster kami dengan mencantumkan sumber referensi data dan gambar berasal dari www.sari-jati.com.
Sari Jati - Kawasan Industri Bugangan Baru - Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Tel +62-24-70300878 / 70525628 Fax +62-24-6584305 Email: [email protected]
©2008 Sari Jati Wood Working Manufacturer